Tag Archives: motor

Review Lampu Sorot LED Owl 4D/6D Cutoff Lens

Lampu Sorot Owl LED 4D/6D Cutoff Lens

Lampu Sorot Owl LED 4D/6D Cutoff Lens

sebenernya udah lama pengen masang lampu sorot ini, pas waktu musim hujan 2017 kemaren, cuma sayang toko tempat saya beli (online) bikin illfeel.. udah dikonfirmasi sebelom beli, waktu dikirim barangnya beda, dikomplain malah nyolot.. waktu itu saya beli dengan harga Rp 140.000.

akhirnya niat untuk masang kandas, padahal waktu itu kalo lagi hujan, lampu saya kerasa kurang terang karena warnanya cenderung putih, meskipun warna aslinya warm-white 4300K.. (headlamp : RTD M02H 20+20watt)

bulan kemarin, ga sengaja lihat harga lampu sorot ini kok udah murah ya, tinggal Rp 80.000.. timbul-lah lagi niat untuk beli.. setelah beli dan dipasang (kali ini penjualnya mantab), kok rasanya…… coba lihat deh foto hasil test saya dibawah..

kondisi dengan penerangan lampu jalan (PJU) kuning

kondisi dengan penerangan lampu jalan (PJU) kuning

kondisi tanpa ada penerangan lampu jalan (PJU)

kondisi tanpa ada penerangan lampu jalan (PJU)

kondisi jarak dekat dengan tembok

kondisi jarak dekat dengan tembok

terlihat kalo dipake di jalan sangat tidak ada bedanya, seperti ga pake lampu tambahan, padahal warnanya kuning beda sama headlamp.. lalu kalo dilihat dari voltase aki saya waktu lampu ini dinyalakan juga tidak ada pengurangan yang berarti, biasanya kalo headlamp nyala 20+20watt (lampu dim) plus injak rem (lampu rem LED 20watt) dan sein nyala, voltase akan mulai drop perlahan.. ini saya test lampu headlamp nyala 20watt (lampu kota) plus injak rem (lampu rem LED 20watt) dan sein nyala, voltase tidak drop sama sekali.. dari sini saya bisa simpulkan kalo lampu sorot ini watt-nya ga sesuai dengan yang dicantumkan (20watt)..

saya akui kalo jarak dekat, seperti dengan tembok gitu akan sangat membantu atau nampak, tapi kalo dibuat di jalan kota rasanya sangat kurang.. tapi yang pasti saya belom mencoba di kondisi cuaca hujan atau berkabut, karena kemungkinan warnanya yang kuning baru terasa akan sangat membantu di kondisi cuaca seperti itu..

ada yang punya pengalaman juga dengan lampu model ini..? 🙂


BBM, Busi, dan Getaran Mesin

jadi gini nih ceritanya..

saya punya Mio Sporty tahun 2011. entah kenapa dari pertama dapet sampe sekarang kalo posisi mesin menyala, dan kondisi gas langsam (idle), guncangan mesin terasa banget. ilustrasinya, sampai tulisan di speedometer ga bisa dibaca karena bergetar.

awal pertama dapet memang BBM yang dipakai Premium. sempat terpikir untuk coba ganti ke Pertamax Turbo, tapi orang” bilang itu cuma pemborosan karena kompresi mesin Mio Sporty kecil. saya pikir ah apa salahnya dicoba, siapa tahu guncangan mesin bisa hilang.

akhirnya nyoba ganti Pertamax Turbo juga. daannn.. memang benar, guncangan mesin berkurang, tapi TIDAK hilang jadi mulus. TAPI tidak hanya itu, suara mesin juga jadi lebih halus, dan konsumsi BBM jadi lebih irit, meskipun kalo di konversi ke perhitungan rupiah dibanding Premium tidak terlalu signifikan. tapi saya pikir tidak apalah, yang penting mesin jadi lebih anteng dan bersih pastinya.

yang namanya iseng, kemarin saya tiba” terlintas pikiran kenapa kok ngga coba ganti busi ke yang lebih tinggi teknologinya? karena saya ingat kalau mobil diesel itu pasti pergetar hebat dan suara mesin keras karena pengapian yang tidak terkontrol (hanya pake kompresi) dibandingkan mesin bensin (pakai ignition busi).

akhirnya saya coba ganti busi yang dipakai sekarang ini, busi standar NGK yang harganya paling cuma 15 ribuan.

saya beli busi baru merk Denso yang sudah berteknologi Iridium, harganya hampir 100 ribuan. katanya sih Iridium percikan apinya lebih rapi dan bertenaga, jadi pembakaran lebih sempurna (hanya lebih lho ya, secara motor lama dan kompresi kecil).

setelah saya ganti businya daannn hasilnyaaa.. sungguh, getaran mesin berkurang lagi!! malah berkurangnya LEBIH banyak dibanding pada waktu cuma ganti BBM.

tapi menurut saya tetap ada konsekuensinya, karena power yang dibutuhkan lebih tinggi, maka perlu diperhatikan aki motor anda. pada saat penggunaan busi biasa, di gas pol voltase pada aki bisa menyentuh 15,2v. sedangkan pada saat memakai busi iridium ini, maksimal berkisar di 14v. jadi pengisian aki sedikit akan lebih berkurang (sistem kelistrikan saya masih half-wave).

semoga bermanfaat..


Membuat Sendiri Jaket Pelindung Aki Mobil [DIY]

pernah dengar jaket pelindung aki..? memang aksesoris ini bukan merupakan rekomendasi atau bahkan buatan pabrik aki resmi tentunya.. entah siapa yang pertama membuatnya, tapi menurut saya ini merupakan ide yang cukup menarik untuk dicoba..

idenya adalah menahan panas mesin sebanyak mungkin agar penguapan air aki menjadi sekecil-kecilnya.. air aki..? saya pakai aki kering kok, saya pakai aki MF (Maintenance Free) kok, saya rasa aki kering atau oleh salah satu pabrik juga disebut aki MF tetaplah merupakan aki basah seperti pada umumnya.. hanya saja mereka mendesain bentuk aki sedemikian rupa agar penguapan air aki yang terjadi dapat di tangkap/simpan (bayangkan uap air yang menempel pada tutup panci yang ketika dimiringkan jatuh kembali kedalam panci) menjadi air aki kembali.. sehingga kita tidak perlu rutin mengisi air aki seperti pada aki basah biasa..

lho kalo gitu buat apa dipasang pelindung..? toh kan air yang menguap tetap kembali ke dalam aki..? penangkapan kembali uap yang terjadi pastinya tidak 100%.. sehingga lama kelamaan pastinya air di dalam aki juga akan berkurang.. hal ini dapat lebih dirasakan apabila bentuk ruang mesin kendaraan sempit, sehingga suhu mesin yang terjadi lebih tinggi, hal ini akan makin memperbesar siklus penguapan..

selain itu, hampir semua komponen elektronik apapun pasti akan berkurang drastis usia pakainya apabila terkena panas yang berlebih.. hal ini sudah kodrat dari komponen elektronik.. heheheh..

udah dulu intro-nya, yuk langsung disimak..

image

bahan membuat jaket pelindung aki

perlengkapan yang diperlukan :
1.foam berlapis alumunium foil (saya beli di daiso rp25000 uk.200x60cm).
2.kardus bekas.
3.lem serbaguna, saya pakai UHU, jangan pakai lem yang bisa leleh.
4.lakban (clear/bening).
5.gunting, penggaris, cutter.

cara pembuatannya :
1.ukur panjang-lebar-tinggi aki.
2.potong kardus sesuai ukuran dari tiap sisi aki. jadi total ada 6 potong.

image

bentuk potongan kardus

3.jangan lupa untuk bagian atas disesuaikan dengan bentuk aki.

image

bentuk potongan kardus untuk tutup

4.bungkus kardus dengan lakban. jangan sampai ada yang lolos tidak tertutup lakban. hal ini bertujuan agar karton lebih awet apabila terkena siraman air (cuci kendaraan).

image

lapisi dengan lakban sampai tepi

5.posisikan karton diatas alumunium foil seperti pada gambar. beri jarak tiap karton agar bisa ditekuk. kemudian lem karton pada alumunium foil (5 titik saja tidak usah semua, boros lem).

image

posisi susunan kardus

6.perhatikan lapisan..!! alumunium foil menghadap ke-luar.. buat 2 lapis.. jadi kalo dilihat urutannya dari luar : foil-foam-kardus-foil-foam-aki.. kenapa..? karena yang berfungsi menahan panas adalah alumunium foil-nya, dan foam-nya berfungsi agar panas dari foil tidak bersentuhan langsung..
7.jika belum yakin bisa dicoba dulu ditutupkan ke aki sebelum di lem (dipaskan).. jika sudah selesai, tepian foil dapat dilakban lagi agar air tidak bisa masuk..

image

hasil akhir

8.selesai..!! NOTE PENTING : LINDUNGI KUTUB POSITIF AKI AGAR JANGAN SAMPAI BERSENTUHAN DENGAN ALUMUNIUM FOIL..!! BISA KONSLET DAN TERBAKAR..!!!

jika beli jadi di toko aki, jaket pelindung harganya sekitar 80rb++ kalo buat sendiri begini paling cuma beli foil doang 25rb.. heheheh.. dan satu lagi, kalo beli jadi biasanya tipis banget, ga ada kardusnya.. disini saya tambahkan kardus agar dapat membuat jaket pelindung makin kuat..

komen ya kalo sudah nyoba.. 😄
selamat mencoba.. 😉

posted from my XiaoMi Redmi Note
using WordPress for Android