Tag Archives: Mediatek

Xiaomi Redmi 6 Dan Redmi 6A Akhirnya Resmi Dirilis

hari ini, 12 Juni 2018 Xiaomi menepati janjinya untuk merilis varian Redmi terbarunya: Redmi 6 & Redmi 6A. varian ini ditargetkan untuk pasar menengah kebawah atau low-end. tak tanggung-tanggung, kali ini Xiaomi membekali Redmi 6 dan Redmi 6A dengan prosesor dari Mediatek terbaru, yaitu P22 dan A22. keduanya telah menggunakan teknologi pembuatan 12nm, dimana teknologi sebelumnya masih menggunakan 28nm. dengan semakin kecil teknologi pembuatan prosesor ini, maka diklaim akan lebih hemat daya hingga 48% dibandingkan dengan teknologi sebelumnya.

warna biru

warna biru

warna gold

warna gold

warna rose-gold

warna rose-gold

warna silver

warna silver

selain itu Xiaomi juga membekali Redmi 6 dengan dual-camera yang mirip dengan konfigurasi pada Redmi Note 5, tapi tanpa EIS. sedangkan pada Redmi 6A hanya diberikan satu kamera utama. selain itu perbedaan yang terlihat juga ada pada fingerprint sensor yang tidak disertakan pada Redmi 6A. hal ini cukup wajar jika dilihat dari harga Redmi 6A yang dipangkas habis-habisan hingga hanya RMB599 (dibawah IDR 1,5juta).
berikut adalah perbandingan lengkap spesifikasi Redmi 6 dan Redmi 6A :

komparasi

komparasi

selain itu, Redmi 6 juga mengungulkan dual-camera-nya yang telah menggunakan teknologi AI. dimana dapat dipastikan hasil yang diberikan akan lebih bagus karena AI dapat mengenali dan mengoptimalkan setting kamera dengan objek yang sedang difoto. teknologi AI ini juga mulai banyak dikembangkan akhir-akhir ini.
berikut beberapa contoh hasil jepretan menggunakan Redmi 6 :

untuk harga, pada saat di-launch di China berada di angka :
Redmi 6A 2GB RAM 16GB Internal : RMB599 (dibawah IDR 1,5juta).
Redmi 6 3GB RAM 32GB Internal : RMB799.
Redmi 6 4GB RAM 64GB Internal : RMB999.
bisa dikatakan akan menghajar habis-habisan pasar low-end jika nanti sudah masuk ke Indonesia.
bagaimana..? tertarik..? mari kita tunggu kehadirannya di Indonesia.. 🙂


Pengaruh Jumlah Core (Inti) Prosesor Pada Perangkat Android

Coba anda sebutkan berapa jumlah core (inti) prosesor pada handphone yang sedang anda pegang saat ini? Saya yakin 90% dari anda akan menjawab minimal dengan 4 core (Quad-core). Kemudian tahukah anda berapa banyak core yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah aplikasi tertentu pada handphone anda? Apakah dengan makin banyaknya jumlah core yang ada akan menjadikan handphone anda semakin cepat?

Pernahkah anda bertanya-tanya, mengapa kita membutuhkan begitu banyak core pada handphone kita padahal kita hanya menggunakannya untuk aktivitas sehari-hari seperti memotret, mendengarkan lagu, bermain game, dll. Satu hal yang perlu kita ketahui, bahwa pemanfaatan jumlah core yang ada pada arsitektur prosesor handphone sangatlah berbeda dengan komputer.

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada game CoC

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada game CoC

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada game Pokémon GO

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada game Pokémon GO

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Emulator NDS

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Emulator NDS

Prosesor handphone dibuat dengan tujuan untuk bekerja se-efisien mungkin dengan penggunaan daya sekecil mungkin sehingga panas yang ditimbulkan menjadi sangat minim. Sedangkan pada prosesor komputer yang terjadi adalah kebalikannya, dimana semua core harus dapat bekerja semaksimal mungkin sehingga tidak ada lag yang akan terjadi. Namun dengan seiring berkembangnya teknologi, prosesor komputer (termasuk laptop dan netbook) juga dituntut untuk dapat menggunakan daya sekecil mungkin. Sehingga sedikit banyak teknologi prosesor handphone juga ikut diadaptasi oleh prosesor komputer (namun arsitektur dan fungsinya tetap jauh berbeda).

Untuk dapat mencapai tingkat penggunaan daya yang kecil dan panas yang minim, maka beban prosesor harus dibagi ke beberapa core. Ilustrasinya adalah begini : misalkan jika kita memutar video Full HD menggunakan prosesor dual-core (2 core) memaksa masing-masing core bekerja di frekuensi 2GHz, dengan menggunakan quad-core (4 core) beban dapat dibagi menjadi lebih kecil lagi menjadi 4 sehingga masing-masing core hanya perlu bekerja di frekuensi 1GHz bahkan kurang. Dengan frekuensi yang lebih rendah maka panas yang dihasilkan juga lebih rendah.

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Aplikasi Kamera

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Aplikasi Kamera

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Aplikasi Perekam Video

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Aplikasi Perekam Video

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Aplikasi Pemutar Video

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Aplikasi Pemutar Video

Lalu apakah semua core pasti akan digunakan? Jawabannya tentu tidak. Prosesor multi-core sudah dibekali dengan teknologi yang dapat mengoptimalkan penggunaan jumlah core secara efisien. Jadi selama beban masih dapat dikerjakan oleh 1 core saja, maka core yang lain akan diposisikan pada mode Idle/Stand-by dimana tidak akan menggunakan daya dan tidak menghasilkan panas yang berarti. Namun ketika prosesor mendeteksi beban harus dibagi, maka prosesor akan mengaktifkan core yang diperlukan untuk membagi beban tugas yang ada.

penggunaan jumlah-core pada aplikasi yang sama pun dapat bervariasi, tergantung beban pada saat itu

penggunaan jumlah-core pada aplikasi yang sama pun dapat bervariasi, tergantung beban pada saat itu

penggunaan jumlah-core pada aplikasi yang sama pun dapat bervariasi, tergantung beban pada saat itu

penggunaan jumlah-core pada aplikasi yang sama pun dapat bervariasi, tergantung beban pada saat itu

Lalu jika kita ingin membeli handphone, kita harus membeli minim yang berapa core? Jawabannya sangatlah relatif, tergantung kebutuhan anda nantinya akan menggunakan aplikasi apa saja. Untuk saat ini standar minimum adalah Quad-core tentunya. Tapi JANGAN sampai anda juga melupakan besarnya RAM (memori sementara) yang ada. Karena sangatlah sia-sia jika jumlah core yang banyak tidak diimbangi oleh besar RAM yang memadai, dan pada akhirnya RAM yang kecil juga akan membebani kerja prosesor yang akan mengakibatkan baterai lebih boros dan handphone cepat panas.
Sebelum anda sempat bertanya, saya jawab dulu : RAM standar sekarang 2GB. 😛