Tag Archives: Prosesor

Pengaruh Jumlah Core (Inti) Prosesor Pada Perangkat Android

Coba anda sebutkan berapa jumlah core (inti) prosesor pada handphone yang sedang anda pegang saat ini? Saya yakin 90% dari anda akan menjawab minimal dengan 4 core (Quad-core). Kemudian tahukah anda berapa banyak core yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah aplikasi tertentu pada handphone anda? Apakah dengan makin banyaknya jumlah core yang ada akan menjadikan handphone anda semakin cepat?

Pernahkah anda bertanya-tanya, mengapa kita membutuhkan begitu banyak core pada handphone kita padahal kita hanya menggunakannya untuk aktivitas sehari-hari seperti memotret, mendengarkan lagu, bermain game, dll. Satu hal yang perlu kita ketahui, bahwa pemanfaatan jumlah core yang ada pada arsitektur prosesor handphone sangatlah berbeda dengan komputer.

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada game CoC

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada game CoC

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada game Pokémon GO

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada game Pokémon GO

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Emulator NDS

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Emulator NDS

Prosesor handphone dibuat dengan tujuan untuk bekerja se-efisien mungkin dengan penggunaan daya sekecil mungkin sehingga panas yang ditimbulkan menjadi sangat minim. Sedangkan pada prosesor komputer yang terjadi adalah kebalikannya, dimana semua core harus dapat bekerja semaksimal mungkin sehingga tidak ada lag yang akan terjadi. Namun dengan seiring berkembangnya teknologi, prosesor komputer (termasuk laptop dan netbook) juga dituntut untuk dapat menggunakan daya sekecil mungkin. Sehingga sedikit banyak teknologi prosesor handphone juga ikut diadaptasi oleh prosesor komputer (namun arsitektur dan fungsinya tetap jauh berbeda).

Untuk dapat mencapai tingkat penggunaan daya yang kecil dan panas yang minim, maka beban prosesor harus dibagi ke beberapa core. Ilustrasinya adalah begini : misalkan jika kita memutar video Full HD menggunakan prosesor dual-core (2 core) memaksa masing-masing core bekerja di frekuensi 2GHz, dengan menggunakan quad-core (4 core) beban dapat dibagi menjadi lebih kecil lagi menjadi 4 sehingga masing-masing core hanya perlu bekerja di frekuensi 1GHz bahkan kurang. Dengan frekuensi yang lebih rendah maka panas yang dihasilkan juga lebih rendah.

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Aplikasi Kamera

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Aplikasi Kamera

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Aplikasi Perekam Video

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Aplikasi Perekam Video

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Aplikasi Pemutar Video

ilustrasi penggunaan jumlah-core pada Aplikasi Pemutar Video

Lalu apakah semua core pasti akan digunakan? Jawabannya tentu tidak. Prosesor multi-core sudah dibekali dengan teknologi yang dapat mengoptimalkan penggunaan jumlah core secara efisien. Jadi selama beban masih dapat dikerjakan oleh 1 core saja, maka core yang lain akan diposisikan pada mode Idle/Stand-by dimana tidak akan menggunakan daya dan tidak menghasilkan panas yang berarti. Namun ketika prosesor mendeteksi beban harus dibagi, maka prosesor akan mengaktifkan core yang diperlukan untuk membagi beban tugas yang ada.

penggunaan jumlah-core pada aplikasi yang sama pun dapat bervariasi, tergantung beban pada saat itu

penggunaan jumlah-core pada aplikasi yang sama pun dapat bervariasi, tergantung beban pada saat itu

penggunaan jumlah-core pada aplikasi yang sama pun dapat bervariasi, tergantung beban pada saat itu

penggunaan jumlah-core pada aplikasi yang sama pun dapat bervariasi, tergantung beban pada saat itu

Lalu jika kita ingin membeli handphone, kita harus membeli minim yang berapa core? Jawabannya sangatlah relatif, tergantung kebutuhan anda nantinya akan menggunakan aplikasi apa saja. Untuk saat ini standar minimum adalah Quad-core tentunya. Tapi JANGAN sampai anda juga melupakan besarnya RAM (memori sementara) yang ada. Karena sangatlah sia-sia jika jumlah core yang banyak tidak diimbangi oleh besar RAM yang memadai, dan pada akhirnya RAM yang kecil juga akan membebani kerja prosesor yang akan mengakibatkan baterai lebih boros dan handphone cepat panas.
Sebelum anda sempat bertanya, saya jawab dulu : RAM standar sekarang 2GB. 😛


Nehalem Menjawab Tantangan Phenom2 !

Beberapa waktu yang lalu Phenom terbukti mampu di-overclock hingga 6GHz, kini setelah peluncuran Nehalem (i7) di pasaran, banyak orang yang mencoba “kemampuan” Primadona intel yang baru ini.

Salah satunya adalah seseorang yang bernama ‘duck’ (mungkin nickname), ia berhasil membuat Nehalem berjalan di 5510,09GHz (asli:3,2GHz) ! Dan telah tervalidasi di situs CPU-Z.

i7

i7

Detil spesifikasi :

Intel Core i7 Extreme 965
Windows Vista Home Premium Edition (Build 6000)
CPU Arch : 1 CPU – 4 Cores – 8 Threads
CPU PSN : Intel Core i7 CPU 965 @ 3.20GHz
CPU EXT : MMX SSE SSE2 SSE3 SSSE3 SSE4.1 SSE4.2 EM64T
CPUID : 6.A.4 / Extended : 6.1A
CPU Cache : L1 : 4 x 32 / 4 x 32 KB – L2 : 4 x 256 KB
CPU Cache : L3 : 8192 KB
Core : Bloomfield (45 nm) / Stepping : C0
Freq : 5510.09 MHz (190 * 29)
MB Brand : Asus
MB Model : Rampage II Extreme
NB : Intel X58 rev 12
SB : Intel 82801JR (ICH10R) rev 00
GPU1 Type : GeForce GTX 280
GPU1 Clocks : Core 300 MHz / RAM 100 MHz
GPU2 Type : GeForce GTX 280
GPU2 Clocks : Core 300 MHz / RAM 100 MHz
GPU3 Type : GeForce GTX 280
GPU3 Clocks : Core 300 MHz / RAM 100 MHz
DirectX Version : 10.0
RAM : 3072 MB DDR3 Triple Channel
RAM Speed : 760 MHz (2:8) @ 8-8-8-22
Slot 1 : 1024MB (PC3-10700H)
Slot 1 Manufacturer : A-Data Technology
Slot 2 : 1024MB (PC3-10700H)
Slot 2 Manufacturer : A-Data Technology
Slot 3 : 1024MB (PC3-10700H)
Slot 3 Manufacturer : A-Data Technology

AMD Phenom2 tembus 6GHz !!!

Sepertinya AMD telah mantap untuk merilis Phenom2 ke pasaran pada awal tahun 2009. Terbukti dengan telah dilakukannya tes extrim terhadap Phenom2 oleh beberapa pihak kepercayaan AMD.

Phenom2 45nm die

Phenom2 45nm die

Dengan menggunakan ‘Dragon’ platform (AMD Phenom2 X4, AMD Radeon 4800 series, AMD 7xx chipset) AMD telah melakukan beberapa uji coba overclocking.
1.Menggunakan heatsink dan fan biasa, mencapai 4GHz @1.55v 32’C.
2.Menggunakan water cooler, mencapai 4.4+GHz @1.6v 39’C.
3.Menggunakan dry ice (es kering/CO2 beku), mencapai 5GHz @1.6v -78.5’C (minus 78.5’C).
4.Menggunakan nitrogen cair, mencapai 6GHz @1.9v -196’C (minus 196’C).
WOW it’s amazing !!!
Untuk perlu diketahui saja, sebenarnya AMD telah mempersiapkan Phenom untuk overclocking dari awal (Phenom1). Hal ini terbukti dengan masih berfungsinya prosesor Phenom1 pada suhu -20’C (minus 20’C), namun setelah itu (lebih dari minus 20’C) prosesor akan berhenti bekerja karena adanya sistem batasan yang ditanam dalam prosesor Phenom1. Namun kali ini AMD telah menghilangkan sistem batasan tersebut pada Phenom2 ! Dan terbukti Phenom2 dapat bekerja dengan sempurna pada suhu -196’C (minus 196’C) !

Saat ini Phenom2 baru menggunakan teknologi fabrikasi 45nm, yang notabene kalah dengan Intel yang telah merencanakan produksi dengan fabrikasi 32nm ! Namun dari kekalahannya itu (dan tentunya kesulitan dana yang sedang dialami) AMD masih dapat menunjukkan ‘taring’-nya. Bisa dibayangkan bagaimana jika teknologi AMD yang lebih unggul dibandingkan dengan Intel… (tentunya dengan suntikan modal yang cukup). ;P

Phenom2 with dry-ice

Phenom2 with dry-ice

Phenom2 with liquid-nitrogen

Phenom2 with liquid-nitrogen

Test Lab.

Test Lab.

Go AMD Go !!!