Tag Archives: Harddisk

Cara Upgrade/Mengganti Memori Dan HardDisk Acer Aspire One 522 [DIY]

oke, setelah berpikir panjang.. 😀
akhirnya saya memutuskan untuk mengupgrade memori (RAM).. 😀
ini juga karena saya penasaran dengan informasi yang saya dapat di website Microsoft yang mengatakan bahwa memori limit pada Windows 7 32bit (selain versi Starter) adalah 4GB, dan setahu saya batas maksimum memori untuk OS 32bit adalah 3GB..
setelah berkeliling.. duh.. stok memori 4GB DDR3 kosong.. x.x
okelah, saya ambil yang 2GB saja.. XD
saya ambil Transcend SODIMM DDR3 1333 2GB CL9 2x8IC (bukan versi JetRAM)..
kenapa Transcend..? *INGAT INI BUKAN PROMOSI, SAMA SEKALI SAYA TIDAK DIBAYAR SIAPAPUN UNTUK INI !* alasannya : karena saya sudah kapok dengan merk” lokal..! lebih baik mahal sedikit tapi performa dan kualitas terjamin..! menurut saya, Transcend adalah standar minimum untuk merk yang saya rekomendasikan.. 😀
beberapa merk yang dapat saya rekomendasikan : Transcend, AData, Corsair, Patriot, OCZ..
sejatinya saya ingin mencoba memori 4GB, tapi tak apalah, apa daya, yang ada hanya 2GB.. XD
eittsss.. tapi tunggu dulu, ternyata 2GB tidaklah mengecewakan, coba baca sampai akhir artikel ini.. ;D

1.pertama, siapkan alat, obeng – dan +. untuk obeng -, usahakan cari yang paling tipis.

obeng - , cari yang paling tipis

obeng – , cari yang paling tipis

2.jangan lupa, tiap kali membongkar alat elektronik, pastikan semua power sudah tercabut. selain itu, pelepasan baterai ini juga untuk membantu melepas keyboard nantinya.

lepas baterai

lepas baterai

3.untuk melepas keyboard, bantulah dengan sedikit menekan casing bagian atas keyboard kebelakang.

tekan sedikit ke-belakang

tekan sedikit ke-belakang

4.congkel..!!! ingat, lakukan perlahan! XD lakukan ini di sebelah pengait keyboard, dan cukup di 3 pengait bagian atas *tengah* keyboard saja. setelah ketiga pengait lepas, cukup ditarik dengan tangan, maka keyboard akan terlepas.

congkel perlahan

congkel perlahan

5.taa-da~! keyboard terlepas. hati-hati, karena pengait bagian bawah keyboard agak panjang, dan akan bengkok bila tidak dikeluarkan. dan juga hati-hati dengan kabel keyboard, jangan dilepas atau ditarik, mudah sobek!

angkat keyboard

angkat keyboard

6.perhatikan 4 sekrup yang ada di bawah keyboard, 4 sekrup yang berkode angka 1. keempat sekrup inilah yang harus kita buka untuk membuka panel bagian bawah.

4 sekrup utama

4 sekrup utama

7.setelah keempat sekrup dilepas, carilah lubang yang bertuliskan angka 2, di bagian kanan bawah.

tombol rahasia

tombol rahasia

8.tekanlah lubang tersebut kebawah menggunakan obeng, tekan dengan agak kuat namun jangan terlalu kuat. lubang tersebut adalah bagian dalam panel bawah yang akan terlepas bila ditekan.

tekan kebawah

tekan kebawah

9.seperti inilah panel bawah setelah ditekan.

taa-da~ terbuka~!

taa-da~ terbuka~!

10.kemudian lepas perlahan dari bagian depan, ke bagian samping, kemudian ke bagian belakang panel, menggunakan jari anda.

lepas perlahan-lahan

lepas perlahan-lahan

11.taa-da~! terbuka sudah panel bagian bawah.

taa-da~ terbuka~! *semua*

taa-da~ terbuka~! *semua*

12.sekarang saatnya tujuan utama kita, melepas memori. gunakan 2 jari anda untuk membuka pengait memori secara bersamaan. tekan kesamping kedua pengait memori secara bersamaan.

lepas pengait memori

lepas pengait memori

13.dan memori-pun akan terangkat dengan sendirinya. tinggal menarik memori keatas untuk mengeluarkannya.

memori terangkat

memori terangkat

14.ini adalah memori OEM Acer. saya tidak pernah melihat memori jenis ini sebelumnya, bertuliskan ELPIDA CHN di IC memori, dan dapat dipastikan buatan China dengan kode CHN itu. XD padahal biasanya Acer menggunakan Hynix (Hyundai) atau Samsung untuk memori OEM mereka. entah mungkin untuk benar-benar memangkas harga netbook ini mungkin. XD

memori OEM

memori OEM

15.ini dia memori pengganti.

memori pengganti

memori pengganti

16.pasang dengan langkah mundur dari langkah pelepasan memori tadi. pastikan pin telah masuk sempurna pada slot memori sebelum menekannya ke bawah.

masukkan memori pengganti

masukkan memori pengganti

17.tekan memori ke bawah untuk menguncinya ke pengait memori.

memori terpasang

memori terpasang

18.berikutnya adalah penggantian harddisk. namun karena saya tidak berniat mengganti harddisk saya, maka saya berikan caranya saja untuk mengganti harddisk. pertama, buka sekrup harddisk dahulu, sekrupnya hanya satu, karena yang satunya telah ikut terlepas dengan panel bawah (menyatu dengan sekrup panel bawah).

sekrup tambahan harddisk

sekrup tambahan harddisk

19.angkat ke atas plastik penarik harddisk dengan menggunakan obeng.

plastik penarik harddisk

plastik penarik harddisk

20.setelah itu, tarik plastik tadi ke samping. setelah tertarik ke samping, tariklah ke atas untuk mengangkat harddisk keluar.

tarik kesamping

tarik kesamping

21.inilah harddisk OEM, Hitachi 320GB. cara mengembalikan harddisk? sama, langkah mundur dari pelepasan harddisk tadi! 😀

harddisk OEM

harddisk OEM

22.inilah APU (Accelerated Processing Unit *Processor, VGA, dan Memory Controller yang menyatu dalam satu keping*) AMD Fusion, beserta heatsink dan fan-nya.

fan dan heatsink APU

fan dan heatsink APU

23.model heatsink yang super mini dan simpel.

heatsink super mini dan simpel

heatsink super mini dan simpel

24.inilah fan yang tampak dari bagian bawah keyboard *atas*.

fan tampak atas

fan tampak atas

25.jika sudah puas melihat-lihatnya, mari kita tutup kembali panel bawah. lakukan mulai dari bagian bawah (dekat baterai) terlebih dahulu, kemudian ke bagian samping, dan terakhir bagian atas. lakukan dengan menekan bagian tepi-nya.

tutup kembali panel bawah

tutup kembali panel bawah

26.pastikan tertutup sempurna!

pastikan tertutup sempurna

pastikan tertutup sempurna

27.jika sudah, pasang kembali keempat sekrup panel bawah yang dilepas tadi. kemudian pasang keyboard, dimulai dengan memasukkan pengait bagian bawah keyboard, kemudian untuk bagian samping dan atas keyboard cukup ditekan saja sampai bunyi klik. SELESAI…

pasang keyboard

pasang keyboard

28.taa-da~! memori terdeteksi 2GB, dipotong 256MB untuk memori VGA.

2GB--

2GB–

29.ada ‘sedikit’ peningkatan pada Windows Experience Index.

sedikit peningkatan performa

sedikit peningkatan performa

30.dan inilah mengapa saya tidak terlalu kecewa dengan 2GB..! saya bisa membuka Adobe Photoshop CS5 dengan beberapa gambar, VLC dengan memutar video HD, Firefox 4.0 dengan beberapa tab, Microsoft Word 2007, iTunes, Yahoo Messenger, SECARA BERSAMAAN..! jangan lupa saya juga menggunakan Kaspersky Internet Security 2011.. dan masih tersisa memori FREE sekitar 375MB..!

WoooW..

WoooW..

namun…
tetap saja ada kekecewaan, saya tetap penasaran dengan 4GB, apakah bisa dipakai full atau hanya 3GB..
juga dengan pemotongan memori VGA, apakah *kalau* 3GB, dipotong dari 3GB (usable) atau dari 1GB yang tidak terpakai..
nanti deh saya cari 4GB lagi..
hahahahah..~
XD


Mengatasi Masalah Scandisk Berulang Pada Windows XP

Pernahkah komputer anda dimatikan tanpa melalui proses shutdown? Hampir 99% pasti menjawab ‘pernah’. Meskipun hal ini terjadi secara tidak sengaja, seperti saat listrik padam, dan sialnya komputer kita tidak memakai UPS…

Lalu apa yang terjadi ketika anda menyalakan kembali komputer anda? Jika anda memakai OS Windows pasti anda akan dibawa ke layar ScanDisk terlebih dahulu oleh Windows anda sebelum komputer anda dapat digunakan kembali.

Ahh… terlalu lama proses ScanDisk ini, saya tekan keyboard saja biar di-skip. Eitt… jangan dulu, sebab proses ScanDisk ini sangatlah diperlukan oleh OS Windows agar file maupun filesystem yang ada pada harddisk anda terjamin keutuhannya.

Ketika komputer kita dimatikan secara mendadak tanpa melalui proses shutdown, maka yang terjadi adalah file-file dan atau program yang sedang dibuka/berjalan tidak disimpan seutuhnya di dalam harddisk anda, bahkan mungkin tidak tersimpan sama sekali. File-file yang tidak utuh (hanya tersimpan sebagian) ini dapat mengganggu filesystem yang digunakan, dan apabila kasusnya sudah parahh… maka filesystem yang ada pada harddisk dapat rusak dan jalan keluarnya yaitu format harddisk anda.

Disarankan agar anda melalui proses ScanDisk ini sampai selesai. Hal ini bertujuan agar file-file yang tidak tersimpan sempurna tersebut dapat di bersihkan oleh OS. Sehingga tidak mengganggu, dan tentunya file-file tersebut tidak diperlukan lagi karena tidak dapat kita gunakan.

Nahh… untuk kasus yang satu ini mungkin tidak semua orang pernah mengalami.
Kasusnya seperti ini : Biasanya jika kita telah melakukan scandisk yang disarankan oleh Windows ketika komputer kita tidak dimatikan dengan benar, maka pada booting berikutnya, kita tidak akan diminta untuk melakukan scandisk lagi. Tapiii… ini koq diminta scandisk lagi??? Dicoba deh di restart lagi… Ehh… kok masih diminta scandisk lagi… Dan kejadian ini akan berulang terus setiap kita menyalakan komputer. Kenapa yah???

Ada 2 jawaban :
1.Karena adanya kesalahan yang dilakukan oleh Windows, lebih tepat dapat dikatakan sebagai Bug. Yaitu setelah proses scandisk selesai dilakukan, Windows ‘lupa’ menghapus registry yang berfungsi untuk melakukan scandisk otomatis pada saat system booting. Ini hal yang paling banyak terjadi pada Windows XP.
2.Karena adanya masalah pada partisi harddisk anda, atau harddisk anda memiliki masalah fisik.
Solusinya :
1.Untuk kemungkinan 1, kita dapat memperbaiki registry Windows secara manual. Caranya :
a.Pilih menu Start – Run- ketik : regedit – tekan enter.
b.Cari key BootExecute di HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMCurrentControlSetControlSession Manager seperti pada gambar.

Regedit

Regedit

Key BootExecute ini seharusnya kosong, tidak ada isi/value nya. Untuk mengubahnya, dobel klik pada key tersebut, kemudian kosongkan isinya, tekan ok. Selain itu, coba cek key BootExecute di :
HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMControlSet001ControlSession Manager
HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMControlSet002ControlSession Manager
HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMControlSet003ControlSession Manager
HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMControlSet00xControlSession Manager

Regedit

Regedit

x=bergantung pada komputer anda, intinya, cek semua key BootExecute yang ada pada registry yang mirip seperti diatas. Kemudian lakukan hal yang sama.
2.Untuk kemungkinan yang ke 2, coba cek dulu dengan menggunakan program yang biasa digunakan untuk memanajemen partisi. Biasanya kita dapat melakukan cek kesehatan partisi kita melalui software tersebut. Apabila tidak ditemukan masalah pada partisi anda, maka kemungkinan yang tersisa adalah harddisk anda ‘cidera’ secara fisik. Maka cepat-cepatlah backup data anda, dan garansikan harddisk anda apabila masih bergaransi, kalau garansi sudah habis, apa boleh buat, beli harddisk baru ;P Karena biasanya biaya untuk servis harddisk hampir menyamai dengan beli harddisk baru…

Selamat mencoba…